Selasa, 24 Juli 2012

OpenBTS


OpenBTS… bagi anak-anak IT tidak asing lagi kalau mendengar kata OpenBTS. Apasih sebenarnya OpenBTS itu …?? Okay langsung aja kita menuju ke TKP. OpenBTS atau istilah kerennya Open Base Transceiver Station adalah sebuah BTS GSM(Global System for Mobile Communication) berbasis software, yang memungkinkan handphone GSM melakukan panggilan telepon atau berkirim pesan singkat, tanpa menggunakan jaringan operator selular. Artinya dengan teknologi ini pengguna bisa melakukan telepon atau sms tanpa membutuhkan pulsa.OpenBTS dikenal sebagai implementasi open source pertama dari protocol standar industri GSM. Bahkan dengan merakit OpenBTS ini, sebenarnya ibarat membangun operator seluler sendiri. Hanya saja jangkauan sinyalnya terbatas, dan hanya bisa berkomunikasi dengan ponsel lain yang terkoneksi dengan jariangan OpenBTS ini. Pernah kebayang bikin operator selular sendiri? Bikin nomer HP se-cantik mungkin? Nelpon dan SMS tanpa perlu was-was akibat “sayarat dan ketentuan berlaku” operator seluler lain? Dan pastinya bisa bikin jaringan telekomunikasi di daerah-daerah terpencil atau di zona bencana.
Menurut praktisi TI bang. Onno W. Purbo, bermodalkan OpenBTS ini, pengguna dimungkinkan untuk menelepon dan SMS secara grasis, dengan incestasi yang relatif murah. Soal kualitas suara atau kecepatan pengiriman SMS dinyatakan sama baiknya dengan telekomunikasi melalui operator telekomunikasi. Dalam membuat OpenBTS ini kita butuh perangkat sedikit, ada hardwarenya sedikit. Jelas bang Onno dari tulisannya.
Masih menurut bang Onno bahwa telekomunikasi melalui OpenBTS bisa dilakukan dengan telepon seluler biasa, yang murah sekalipun. Kartu SIM yang dimasukkan pun tidak perlu yang masih aktif, yang sudah matipun bisa dimanfaatkan.
Pasti penasarankan seperti apa cara kerja OpenBTS teresbu? Bagaimaan implementasinya dan berapa biaya yang dibutuhkan untuk membutnya? Masih menurut Bang Onno bahwa ada beberapa hal yang dibutuhkan untuk memabangun OpenBTS. Dari sisi hardware, komponen USRP(Universal Software Radio Peripheral) dan komputer adalah hal yang krusial. Hardware berfungsi untuk membuat sinyal radionya, namanya USRP, yang dibutuhkan Cuma dua yaitu USRP-nya sendiri nanti disambung lewat kabel USB ke komputer, jadi Cuma USRP dengan komputer saja. Ongkos minimal yang diperlukan untuk membuat OpenBTS, misalnya untuk keperluan eksperimen mahasiswa, sekitar 30 juta. Terdiri dari komponen USRP seharga sekitar Rp15-20 Juta. Berikut perangkat komputer biasa dengan harga mungkin Rp 5- 10 Juta : "Komputer itu sentral telepon soalnya. Sebagai pusat untuk mengontrol semuanya. Komputer juga yang bikin sinyal ponsel sedangkan USRP cuma mengubah perintahnya supaya sinyal menjadi sinyal GSM," Jangkauan sinyal pun dapat bervariasi, tergantung perangkatnya. "Tapi kalau mau dikasih amplifier seluler beneran itu tergantung powernya, kalau 10 watt bisa sampai 5 kilometer," imbuh mantan dosen ITB itu Jika ingin menambah luas jangkauan sinyal, diperlukan amplifier dan juga duplexer seperti yang biasa dipakai oleh operator. Untuk perangkat semacam ini, biaya yang dibutuhkan berkisar 150 juta. Sedangkan dari sisi perangkat lunak, ada tiga software yang penting peranannya dalam pembuatan Open BTS. Yaitu GNU radio, asterisk untuk sentral telepon serta software Open BTS. Kemudian sebagai sarana berkomunikasi, pengguna bisa memakai ponsel biasa yang dilengkapi SIM Card. Nomor identifikasi di SIM Card ini akan didaftarkan pada sentral Open BTS dan kemudian diberi nomor sendiri. Ketakutan utama biasanya bukan diteknologi tapi justru diregulasi (menyedihkan memang) Siapa bilang OpenBTS Ilegal!!!!!!!!
Sayang…, pemerintah kita belum mengikinkan operasional OpenBTS ini. Mungkin karena tekanan provider telekomunikasi yang sudah ada. Seandainya ini diterapkan bisa dibayangkan kita bisa terhubung ke setiap daerah-daerah perpencil diseluruh Indonesia dan kalau misalnya dilegalkan, fasilitas telpon murah akan benar-benar ada bahkan gratis!!!!!!!!!!!!!!!!!
Referensi dari Pakar IT yg saya kenal : Bang Onno W. Purbo

0 comments:

Posting Komentar