Minggu, 16 Mei 2010

TUHAN INGIN KITA SEPERTI SEBATANG BAMBU YANG MENJADI BERKAT

Sebatang bambu yang indah tumbuh di halaman rumah seorang petani, Batang bambu ini tumbuh tinggi menjulang di antara batang-batang bambu lainnya.suatu hari datanglah sang petani yang empunya pohon bambu itu. Dia berkata kepada batang bambu, “ Wahai bambu, maukah engkau kupakai untuk menjadi pipa saluran air,yang sangat berguna untuk mengairi sawahku?”

Batang bambu menjawabnya,”Oh tentu aku mau bila dapat berguna bagi engkau, Tuan.Tapi ceritakan apa yang akan kau lakukan untuk membuatku menjadi pipa saluran air itu.”

Sang petani menjawab,”pertama, aku akan menebangmu untuk memisahkah engkau dari rumpunmu yang indah itu. Lalu aku akan membuang cabang2mu yang dapat melukai orang yang memegangmu. Setelah itu aku akan membelah-belah engkau sesuai dengan keperluanku. Terakhir aku akan mebuang sekat2 yang ada di dalam batangmu, supaya air dapat mengalir dengan lancar. Apabila aku sudah selesai dengan pekerjaanku, engkau akan menjadi pipa yang akan mengalikan air untuk mengairi sawahku sehingga padi yang kutanam dapat tumbuh dengan subur.”

Mendengar hal ini, batang bambu lama terdiam…., kemudian dia berkata kepada petani,”Tuan, tentu aku akan merasa sakit ketika engkau menebangku. Juga pasti akan sakit ketika engkau membuang cabang2ku, bahkan lebih sakit lagi ketika engkau membelah-belah batangku yang indah ini, dan pasti tak tertahankan ketika engkau mengorek-ngorek bagian dalam tubuhku untuk membuang sekat2 penghalang itu. Apakah aku akan kuat melalui semua proses itu, Tuan?”

Petani menjawab pertanyaan batang bambu itu,”Wahai bambu, engkau pasti kuat melalui semua itu, karena aku memilihmu justru karena engkau yang paling kuat dari semua batang pada rumpun ini. Jadi tenanglah.” Akhirnya batang bambu itu menyerah dan berkata,” Baiklah, Tuan. Aku ingin sekali berguna bagimu. Ini aku, tebanglah aku perbuatlah sesuai yang kau kehendaki.”

Setelah petani selesai dengan pekerjaannya, batang bambu indah yang dulu hanya mejadi penghias halaman rumah petani, kini telah berubah menjadi pipa saluran air yang mengairi sawahnya sehingga padi dapat tumbuh dengan subur dan berbuah banyak.

Pernahkah kita berpikir bahwa dengan masalah yang datang silih berganti tak habis2nya, mungkin Allah sedang memproses kita untuk menjadi indah di hadapan-Nya? Sama seperti batang bambu tadi, kita sedang di tempa, Allah sedang membuat kita sempurna untuk dipakai menjadi penyalur berkat. Dia sedang membuang kesombongan dan segala sifat kita yang tak berkenan bagi-Nya. Tapi jangan kuatir, kita pasti kuat karena Allah tak akan memberkati beban yang tak mampu kita pikul.
Jadi maukah kita berserah pada kehendak Allah, membiarkan Dia bebas berkarya di dalam diri kita untuk menjadikan kita alat yang berguna bagi-Nya? ….

Sepeti batang bambu itu, mari kita berkata, “Ini aku Allah, perbuatlah sesuai dengan yang Kau kehendaki.”

“Tetapi sekarang, ya TUHAN, Engkaulah Bapa Kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu.”(Yesaya 64:8)

Di ambil dari KPI-WIN/Warta Jemaat GKI Salatiga 20 Mei 2010
Di tulis kembali oleh tdv.donny

0 comments:

Posting Komentar